Estetika di Periode Renaisans Abad 14-17
Renaissance
atau kelahiran kembali, berasal dari kata 're' (kembali) dan 'naissance'
(lahir). Secara etimologi :
Inggris
dan Perancis : Renaisans
Italia
: Rinascimento
Latin
: Rinascere
Artinya masa kebangkitan kembali minat pada
Yunani Kuno (Neo-platonisme).”Dilahirkan Kembali” (to be born again). Filsafat
Renaisans adalah filsafat yang membenarkan zamannya dan menaruh harapannya pada
masa depan, pada kemampuan manusia untuk menentukan dirinya sendiri dan menjadi
penakluk serta penguasa alam.
Michelangelo
Michaelangelo
Buonarroti'(lahir
6 Maret 1475 – meninggal 18 Februari 1564 pada umur 88 tahun) adalah
seorang pelukis, pemahat, pujangga, dan arsitek zaman Renaissance.Ia terkenal
untuk sumbangan studi anatomi di dalam Seni Rupa. Karyanya yang dianggap
terbaik adalah Patung David, Pietà , dan Fresko di langit-langit Kapel Sistina. David merupakan sebuah patung yang dibuat anatar tahun 1501-1504. Patung ini terbuat dari marmer dengan tinggi 5,17 meter. Anantominya sangat detail dan ukurannya sangat besar.
Fransiskus dari Assisi
Fransiskus
dari Assisi
atau Asisi (lahir di Assisi, Italia, 5 Juli 1182; meninggal di sana pada
3 Oktober 1226) mendirikan Ordo Fransiskan atau "Friars Minor".
Ayahnya,
Pietro dan ibunya Pica adalah seorang pedagang pakaian kaya. Mereka tinggal di
Florence tempat berkembangnya budaya seni. Di Florence bias berkembang budaya
seninya karena ada keluarga kaya yang mendukung kesenian yaitu Medicci.
Francesco Petrarca
Francesco Petrarca (lahir 20 Juli 1304 – meninggal 19 Juli 1374 pada umur 69 tahun) adalah seorang cendekiawan dan penyair Italia yang memelajari sastra klasik Yunani Romawi. Dia juga adalah salah satu humanis terawal. Petrarca sering disebut "Bapak Humanisme"
Dalam zamannya Francesco Petrarch (1304-74), ekspatriat
di Florence dan ahli studi pengarang klasik dan bahasa Latin terbesar dalam era
Renaissance, mengembangkan gagasan Cicero dengan memperlihatkan tujuan praktis
studi bagi umat manusia: “Untuk apa-saya tanya kepada Anda-kita mengetahui
hakikat hewan berkaki empat, burung, ikan, dan ular, tetapi tidak tahu mengenai
atau bahkan mengabaikan kodrat manusia, yang merupakan tujuan kita dilahirkan
dan arah perjalanan hidup kita?”
Ia
menggemakan pandangan Cicero bahwa pendidikan seharusnya diarahkan kepada
pembentukan kepribadian peserta didik: “Filsuf etika yang benar dan guru
keutamaan yang berguna adalah mereka yang maksud pertama dan terakhir mereka
adalah membuat pendengar dan pembaca menjadi baik. Mereka adalah orang-orang
yang tidak hanya mengajar apa itu keutamaan dan apa itu kejahatan serta
mendengungkan ke dalam telinga kita kehebatan nama yang satu [yakni keutamaan]
dan keburukan nama yang lain [kejahatan], melainkan juga menaburkan ke dalam
hati kita, cinta akan yang terbaik (the
best) dan keinginan yang kuat untuk memilikinya, dan pada saat yang
sama kebencian terhadap yang terburuk (the
worst) dan bagaimana cara menjauhinya.”