Kamis, 10 Oktober 2013

Renaisans


Estetika di Periode Renaisans Abad 14-17
Renaissance atau kelahiran kembali, berasal dari kata 're' (kembali) dan 'naissance' (lahir). Secara etimologi :
Inggris dan Perancis : Renaisans
Italia : Rinascimento
Latin : Rinascere
 Artinya masa kebangkitan kembali minat pada Yunani Kuno (Neo-platonisme).”Dilahirkan Kembali” (to be born again). Filsafat Renaisans adalah filsafat yang membenarkan zamannya dan menaruh harapannya pada masa depan, pada kemampuan manusia untuk menentukan dirinya sendiri dan menjadi penakluk serta penguasa alam.

Michelangelo
Michaelangelo Buonarroti'(lahir 6 Maret 1475 – meninggal 18 Februari 1564 pada umur 88 tahun) adalah seorang pelukis, pemahat, pujangga, dan arsitek zaman Renaissance.Ia terkenal untuk sumbangan studi anatomi di dalam Seni Rupa. Karyanya yang dianggap terbaik adalah Patung David, Pietà, dan Fresko di langit-langit Kapel Sistina. David merupakan sebuah patung yang dibuat anatar tahun 1501-1504. Patung ini terbuat dari marmer dengan tinggi 5,17 meter. Anantominya sangat detail dan ukurannya sangat besar. 
Fransiskus dari Assisi
Fransiskus dari Assisi atau Asisi (lahir di Assisi, Italia, 5 Juli 1182; meninggal di sana pada 3 Oktober 1226) mendirikan Ordo Fransiskan atau "Friars Minor".
Ayahnya, Pietro dan ibunya Pica adalah seorang pedagang pakaian kaya. Mereka tinggal di Florence tempat berkembangnya budaya seni. Di Florence bias berkembang budaya seninya karena ada keluarga kaya yang mendukung kesenian yaitu Medicci.

Francesco Petrarca


Francesco Petrarca (lahir 20 Juli 1304 – meninggal 19 Juli 1374 pada umur 69 tahun) adalah seorang cendekiawan dan penyair Italia yang memelajari sastra klasik Yunani Romawi. Dia juga adalah salah satu humanis terawal. Petrarca sering disebut "Bapak Humanisme"

Dalam zamannya Francesco Petrarch (1304-74), ekspatriat di Florence dan ahli studi pengarang klasik dan bahasa Latin terbesar dalam era Renaissance, mengembangkan gagasan Cicero dengan memperlihatkan tujuan praktis studi bagi umat manusia: “Untuk apa-saya tanya kepada Anda-kita mengetahui hakikat hewan berkaki empat, burung, ikan, dan ular, tetapi tidak tahu mengenai atau bahkan mengabaikan kodrat manusia, yang merupakan tujuan kita dilahirkan dan arah perjalanan hidup kita?”
Ia menggemakan pandangan Cicero bahwa pendidikan seharusnya diarahkan kepada pembentukan kepribadian peserta didik: “Filsuf etika yang benar dan guru keutamaan yang berguna adalah mereka yang maksud pertama dan terakhir mereka adalah membuat pendengar dan pembaca menjadi baik. Mereka adalah orang-orang yang tidak hanya mengajar apa itu keutamaan dan apa itu kejahatan serta mendengungkan ke dalam telinga kita kehebatan nama yang satu [yakni keutamaan] dan keburukan nama yang lain [kejahatan], melainkan juga menaburkan ke dalam hati kita, cinta akan yang terbaik (the best) dan keinginan yang kuat untuk memilikinya, dan pada saat yang sama kebencian terhadap yang terburuk (the worst) dan bagaimana cara menjauhinya.”

Rabu, 25 September 2013

Tiga Tokoh Estetika



Plato
Lahir pada 427SM di Athena. Plato berasal dari keluarga bangsawan, ayahnya merupakan keturunan dari raja terakhir Athena, sedangkan ibunya adalah ahli hukum ternama. Plato mempelajari filsafat dari Sokrates. Skorates menganggap Plato sebagai teman dan sekaligus muridnya. Pada tahun 387SM Plato mendirikan “Akademia” di Athena.
Politeia (Republik) merupakan salah satu karya terkenal Plato. “Plato adalah seorang yang Idealis” (Idealisme). Ia percaya bahwa semua yang ada di dunia berasal dari Idea. Idea merupakan sebuah prinsip universal yang memungkinkan sesuatu untuk ada. Bersifat tidak subjektif, tidak konkrit, tetapi abstrak karena hanya bisa ditangkap oleh nalar kita. Bersifat kekal, artinya tidak berawal dari seseorang dan tidak berakhir dari seseorang, dan benar untuk selamanya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Plato seorang yang idealis.
*         Dunia Ide Dunia Penampakan
Dunia ide merupakan dunia abstrak atau di luar inderawi. Sedangkan dunia penampakan merupakan dunia yang kita tinggali. (Alegori Gua[Pillegory of the care])
Kata kunci pemikiran plato :
1.       Kebenaran yang sejati.
2.     Kebenaran yang kekal.
3.    Kebnaran yang didapat melalui kapasitas akal atau nalar.
Menurut Plato, pengalaman estetika tidak terlalu penting karena dirasakan oleh inderawi. Tubuh tidak mendekatkan kita pada idea, justru tubuh menjauhkan kita dari idea.
*         Seni adalah imitasi (mimesis mimeseos)
“Tiruan dari tiruan”
Seni menjauhkan kita dari kebenaran yang sesungguhnya. Plato keberatan terhadap seni karena seni semakin jauh dari idea dan seni bersifat emosional.
Aristoteles
Lahir pada tahun 384SM di Stragyra, Yunani Utara. Aristoteles belajar di Akademia selama 18 tahun. Pada tahun 342SM, Aristoteles diundang ke Makedonia sebagai guru pribadi Iskandar Agung Muda. Pada tahun 335SM Aristoteles kembali ke Athena dan mendirikan “Lyceum”. Lalu pada tahun 323SM, ia kabur dari Athena ke Kalas karena dituduh menyebarkan atheisme.
*         Hyle morfisme :
Metafisika empiris Aristoteles. Aristoteles bersifat empiris.
Hyle -  “Materi”
Kemungkinan suatu benda untuk mempunyai bentuk.
Morfisme “Bentuk”
Prinsip yang memberikan aktualitas atau kenyataan pada materi.
Keduanya (Hyle-morfisme) bersumbe dari segala yang ada di dunia.
Empat panyebab (causes) sesuatu itu ada :
1.      Penyebab material (causa materialis)
2.   Penyebab formal (causa formalis)
3.   Penyebab efisian (causa efficiens)
4.   Penyebab final (causa finalis)

Contoh penjelasan :
Membuat kue.
1.      Causa materialis : tepung, telur, mentega, gula, dll.
2.   Causa formal : telur dikocok, masukkan gula, dll. (cara memasak)
3.   Causa efficiens : motoriknya, kita menggunakan mixer, kita menggerakkan mixernya. Hubungan kita dengan mixer.
4.   Causa finalis : tujuan dibuatnya suatu hal. Kue untuk dimakan
*         Seni dan Katharsis atau Pemurnian
Menurut Aristoteles seni adalh sesuatu yang baik, berharga karena memancing kita pada titik puncak emosi lalu mengalami katharsis yaitu proses memurnikan kita dari perasaan atau emosi-emosi.

Plotinus
Masa hidup 205 (Mesir) 270 (Roma). Plotinus menetap di Alexandria dan membuat rangkuman atas “Filsafat Timur”
Plotinus disebut sebaga Neo-Platonis karena mengajarkan kembali ajaran Plato tentang kkebenaran sejati, selain itu ia juga mengajarkan tentang ajaran Aristoteles juga. Karya terkenalnya adalah Enneads, yang diterbitkan oleh muridnya Pofirius.
Metafisika Plotinus :
Tahap Remanasi :
1.      Pemurnian Diri
2.   Kontemplasi
3.   Penyatuan atau Peleburan
Estetika Plotinus merupakan keindahan dan kesakralan. Pembedaan antara “keindahan luar” dan “keindahan dalam” (Inner beauty atau outer beauty)
Keindahan luar : bentuk fisik karya seni.
Keindahan dalam : kreatifitas, imajinasi, khayalan, dll.
Kesenian menjadi sakral atau berharga bagi Plotinus karena bisa mendekatkan diri kepada Yang Tunggal atau Esa.